Kamis, 01 September 2016

teruntuk kekasih

teruntuk kekasih-ku

tubuhku sudah menemukan tempat yang nyaman untuk bersandar dan berbagi hangat, yaitu di pelukanmu.


rindu, 
adalah salah satu hal yang dapat memperlambat waktu
aku benci bila waktuku melambat karna merindukanmu
aku benci bila harus di perbudak oleh rindu
aku tau, keadaan yang telah membuat kita jarang bertemu
keadaan yang telah menghadirkan ruang hampa di dada,
bahkan dalam pesta pun aku merasa sepi karna ini.
aku mencari cari kamu dalam gelap, dalam bagian terkecil memori di otakku
air mata kadang menjadi hujan yang kusmbunyikan
aku belajar manyabarkan hati, bahwa perasaan lelah ini tidak akan sia sia
bahwa segala rindu akan menemukan bahagia pada waktunya
namun tetap saja setiap hujan turun, atau senja datang kamu adalah alasan kenapa aku tidak bisa menahan perasaan.
rasa sesak karna rindu kadang tidak bisa dikendalikan, meronta, membabibuta
namun percayalah, kelak di hujan atau senja berikutnya yang tidak lagi sepi, kamu adalah orang yang kupeluk erat tanpa membiarkan rindu yang pilu itu datang untuk menguasai perasaan ini lagi. dan bila saat itu tiba, aku berharap waktu menjadi lambat bersama kita, agar aku bisa berlama lama memandang wajahmu dan berbagi hangat denganmu.
semoga semua yang kita hadapi, yang kita jalani, seberat apapun usaha manjaga hati, tidak hanya menjadi lelah yang sia sia.

diwaktu yang panjang tanpa kamu, disini aku sedang berusaha mamantaskan diri untuk kamu.
aku sayang kamu

tertanda,
kekasih-mu

Rabu, 13 Juli 2016

Ini hampa??

  

            ini hampa, disetiap senja datang, setiap hujan berhenti berderai itu selalu mengingatkanku bahwa aku merindukanmu, 


waktu teras  sangat lama berlalu bila rindu ini mulia menyerang dan menyiksa. hanya rindu-lah satu satu nya alasan mengapa waktu ku lama berputar. jam di dinding terlihat tertawa terbahak bahak melihat aku sedang dicekik oleh rindu.
aku benci rindu, namun aku butuh rindu. 
rindu menghadirkan kehampaan karna kita tidak bisa berbuat banyak. kita tidak bisa melawan jarak atau menghakimi waktu yang memisahkan kita.
apa? dan hanya hampa yang aku rasakan.

Aku mohon, jangan biarkan itu terjadi lagi. Jangan biarkan aku dicekik oleh rindu, jangan biarkan aku ditertawakan oleh waktu.

Dan disaat senja tak selalu tampak jingga aku masih tetap merindukanmu.
Kenapa harus kesana? Bisakah kau menetap? Bisakah kau tinggal disini?
Bantu aku mengusir rindu ini. Bisakah tuan???

Sebanyak pasir dipantai doa yang kupanjatkan saat kau berada diujung pulau Sana. Disini alamlah yang mampu kuajak bicara. Disini ombak selalu terlihat tenang, aku harap ombak disana juga. Disini angin terasa sejuk membelai wajah, kuharap angin disana juga. Disini langit terlihat cerah, kuharap langit disana juga. Dan semoga alam menyampaikan rasa rinduku padamu. Hanya dengan berdoa aku bisa merasakan tenang dan sejenak melupakan rindu yang semakin membabi buta.

Apa yang bisa kulakukan lagi? Tidak banyak. Hanya berbicara dan mengadu pada alam bahwa aku merindukanmu.

Ya, aku merindukanmu.

Saat kau diujung pulau sana, Kusingkirkan segala pikiran buruk tentangmu, kuusir segala rasa cemburu yang ada. Kuusir segala kecemasan yang hadir agar mereka pergi. Aku tak ingin mengotori otakku dengan pikiranpikiran usil seperti itu. Namun ternyata ini menyiksa. Sungguh, ini menyiksa!! Aku harus
Mengabaikan segala emosi yang ada. Mengabaikan segala rasa yang ada.
Mengabaikan segala gejolak dihati
Mengabaikan rasa rinduku
Mengabaikan pemberontakan hatiku
Mengabaikan apapun yang mengingatkanku tentang rinduku.

Dan disini aku merasa hampa.
Ya ini hampa. Hanya hampa :(


Tertanda 
Pemilik ruang hampa, 

Selasa, 14 Juni 2016

Bersyukur (?)

14 April 2016



hallo, udah lama ga nulis di sini. gue mau sharing ni tentang hebatnya efeksamping dari Bersyukur / berterima kasih kepada Tuhan di kehidupan sehari hari gue. Gue fikir dengan menulis bisa mengurangi rasa unik yang ada di hati gue. ( sama dengan Curhat ) hahaha.

        Guys, gue lagi merasakan rasa yang unik, gue menyebutnya "rasa yang unik". kenapa? ya karna menurut gue semua rasa yang ada di hati itu adalah rasa yang unik, seperti rasa senang, sedih, kecewa, bahagia, marah sekalipun itu menurut gue rasa yang unik.Tuhan menciptakan rasa rasa itu buat saling melengkapi, seperti positif - negatif, bagus - jelek, kuat - lemah, aku - kamu, dan lain lain.
Semua yang Tuhan ciptakan itu indah, begitu juga hal hal negatif pun bisa telihat dan terasa indah, tergantung tanggapan apa yang kita berikan pada "hal hal" tersebut. kalau kita selalu merasa Bersyukur atas apa yang kita rasakan maka semua hal akan terasa dan terlihat lebih indah, lebih damai.

Nah, gue mau berbagi sama kalian tentang indahnya bersyukur dari kajadian kejadian yang gue alami dikeseharian gue seperti apa yang gue bilang diatas tadi , bukan bermaksud menjadi orang yang sok suci atau sok bijaksana gue masih jauh dari kata kata itu hahaha. ini just sharing kok :)

dimulia dari yang paling dasar, dirumah. Ya, gue disini bukan tinggal sama orang tua. gue tinggal bareng tante dan om gue. mereka udah nikah ya kira kira 15 tahun tapi belum dikaruniai anak. akhirnya gue numpang tinggal disini selama gue sekolah, gue kerja,dan akan kulih sebentar lagi. selama gue tinggal dirumah tante gue, banyak banget perubahan yang gue alami, dari kebiasaan gue, kebebasan gue bermain, dari hal yang paling simpel seperti makan pun berubah. kalo dirumah gue bisa main sesuka gue, main sama siapa aja, temen temen gue banyak, kebiasaan gue bangun siang di hari libur. dan bla bal bla. Dulu sewaktu  SMP gue termasuk siswi yang aktif, hampir semua kegiatan sekolah gue ikuti, kepramukaan, OSIS, basket, PMR ( palang merah remaja ), vocal grup, tari, sampai dance modern pun gue ikuti. dan ga jarang gue dikirim buat lomba lomba yang mewakili sekolah dibidang non akademik ( bukannya sombong nii ya hehehe). hampir 5 tahun gue tinggal bareng tante gue, awalnya gue stress, gue nangis tiap malem, ngadu ke bokap kalo gue ga kuat, dan gue minta ngekos aja tapi ga dikasih ijin sama bokap gue karna dia merasa khawatir anak ceweknya ngekos di jakarta tanpa pengawasan. ya kita tau pergaulan dijakarta itu super duper luar biasa hahaha. selama gue tinggal sama tante, gue merasa terkekang, kebebasan gue bermain ilang entah kemana, untuk mengikuti kegiatan sekolah ( selama SMK ) susah. gue dilarang ikut kegiatan kegiatan  sekolah. gue bingung kenapa gue ga bolah ikut kegiatan sekolah, gue tanya dan alasannya menurut gue aneh banget. contoh, gue pengen ikut kegiatan mading disekolah tapi gaboleh dengan alasan buang buang waktu. gue disuruh belajar terus terusan, jadi maksdunya waktu buat kegiatan mading gue bisa dipakai buat belajar aja dirumah. loh kok?? mulai dari situ gue merasa kebebasan gue terkekang. menurut gue balajar itu ga terus terusan duduk menghadap ke buku pelajaran dan dirumah, belajar itu bisa dimana aja dan apa aja. tapi mungkin menurut tante gue definisi belajar itu beda. Disekolah nilai nilai pelajaran gue ga jelek kok,ga pas pasan juga, gue termasuk di ranking 10 besar kok. untuk bermain keluar rumah ( kerumah teman sekolah) juga susah, ijinnya harus lengkap, seperti main dirumah siapa, sama siapa aja, harus pulang jam segini, bla bla bla. gue ngerti mungkin dia khawatir . tapi itu yang membuat gue lama lama males buat ijin ijin keluar. gue  sedih.
dan akhirnya karna gue anak yang ( lumayan ) nurut sama bokap, gue bertahan tinggal bareng tante gue.dan juga karna gue tau diri gue berusaha nurut ke tante gue.

           karena hal hal itu jadi membentuk kebiasaan baru buat gue, dan mambentuk karakter baru buat gue. ada beberapa hal positif yang gue rasakan tapi ada juga beberapa hal hal negatifnya. positifnya, gue jadi lebih disiplin, negatifnya gue jadi anak yang kurang terbuka, menurut gue si begitu. ga tau kenapa gue ga mau cerita banyak hal lagi ke tante gue karna suatu hal yang pernah gue alami karna tante gue. gue ga merasa nyaman. Dari semua kejadian itu gue bisa belajar lebih banyak, apa itu sabar, apa itu disiplin, apa itu kesepian, apa itu rindu, kecewa, terkekang, tau diri, apa itu ga punya teman, apa itu kebebasan, masih banyak lagi. terutama apa itu Bersyukur.

            Gue pernah baca buku Happiness Inside nya Gobind vashdev, didalam salah satu bab dibukunya dia bilang, "mereka yang sabar dan tidak sabar hanya dibedakan oleh satu hal, yaitu program atau kata-kata yang tertanam dalam otak". dari kalimat ini yang gue tangkap adalah bukan hanya untuk kesabaran, namun untuk semua hal. tergantung kata-kata / program yang ada di dalam otak kita. contohnya untuk kejadian yang gue alami kalau gue selalu berfikir negatif dan ga bersyukur maka gue akan terus terusan merasa terkekang, ga bebas, sedih, masih banyak lagi.dan itu buat hati gue capek sendiri, terus berpengaruh ke raga gue juga.
jadi untuk mengatasinya gue ubah kata-kata / program di dalam otak gue, bagaimana gue harus menanggapi masalah yang gue hadapi. 
ambil aja nilai positif dari semua ketidakbebasan gue ini, maksud dari kebebasan disini adalah bebas dan bertanggungjawab (tau batas), bukan bebas dan tidak terbatas. 
untuk berkata kata seperti ini memang mudah ya guys daripada mempraktekannya, namun apa salahnya kita memulai untuk mengubah program yang tertaman diotak kita untuk menanggapi dengan positif semua masalah yang kita alami.dan yang paling penting adalah Bersyukur untuk apapun yang diberi oleh Tuhan. maka dengan bersyukur akan mempermudah kita untuk mengganti program dalam otak agar lebih bisa berfikir positif untuk semua masalah kita.

keep positif thinking guys :)


tertanda 
pemilik "tosca room"

Senin, 02 November 2015

tidak hampa, hanya kecewa

kita tak perlu menjadi bintang, kita tak perlu menjadi bulan, karena malam menjadi akhir kita...


tidak hampa, hanya kecewa. kenapa? jangan bersedih, itu konsekuensi yang ada
jangan menyesali apa yang ada, apa yang sudah terjadi.
untuk apa? tak tau untuk apa?
kenapa kita berjalan bersama? tak tau, kenapa kita menghabiskan waktu bersama? tak tau juga

aku bukan yang kau mau, aku bukan wanita yang kau harapkan, kau hanya jatuh cinta pada awal saja.
liat tampak luar, tampak cover yang ada.
kenapa? entahlah.

akhirnya malam sudah tiba, malam yang kau nantikan sejak awal mula.
malam yang menjawab akhir kita, ya... di malam itu.
kau memutuskan untuk menyelesaikan tugasmu menjaga aku, membahagiakanku.
malam yang kita ciptakan...

tidak hampa, hanya kecewa
lonceng bertingkah sebagaimana mestinya, berat malam yang kulewati.. sendiri..
lonceng mambangunkan tanpa membagi asmara, yang dulu.. hilang.

kita tidak sejalan? iyakah?
kamu kah yang tidak mengerti?
atau aku kah yang keterlaluan?
tak tau,

dan pagi tak kan terisi lagi, tak akan terisi lagi..

tidurlah.. malam masih terlalu malam
tidurlah.. pagi masih terlalu pagi

semua akan berjalan seperti sebelum kau datang dihidupku,
tidak hampa.. hanya kecewa

tidurlah malam masih terlalu malam, tidurlah pagi masih terlalu pagi..

disaat terbangun maka pagi akan terasa sedikit berbeda, siang yang berbeda,
senja yang tidak seperti biasanya, dan malam yang akan mengakhiri semua.

malam yang mejadi tanda akhir kita.
tidak hampa, hanya kecewa

veve~

Sabtu, 20 Juni 2015

Munafik?


  Kalo lo belom bisa mengatasi masalah hidup lo, kenapa lo malah mengatasi masalah hidup orang lain??
 

Kadang gue heran deh sama manusia manusia jenis itu, mereka ga pernah sadar akan kekurangannya. Mereka merasa selalu sempurna. Mereka bisa menasehati orang lain dengan kata kata yang bijak, tapi mereka aja ga bisa mengatasi masalah yang sama. Pantes kah mereka menasehati mereka yang lain kalo mereka sendiri tidak mampu mengatasi masalah yang sama di kehidupan mereka?


Kocak si kata gue, itu ga konsisten. Hidup mereka ga konsisten. Menurut gue si mereka itu munafik. Mereka dengan semangat 45, mati matian menasehati orang dengan kata kata bijak sedangkan dengan kehidupan mereka sendiri?? Bagaimana?
Patut di pertanyakan ga si? Mereka aja ga bisa mengatasi masalah yang sama di kehidupan mereka, tapi mereka menasehati kita.  apa kita, kami, mereka, apa gue harus percaya dan menyetujui nasehat mereka?
Gue rasa si ga pas ya. Seharusnya mereka mampu dulu untuk mengatasi masalah yang sama, nah baru bisa menasehati orang lain. Kalo mereka nasehatiin orang lain tapi mereka sendiri aja belom bener, lah gimana itu?? Makin tersesat dong?? Sama aja kaya orang tuli menuntun orang buta.


Apa ga malah keliatan munafik banget??
Ya cukup angguk angguk sama geleng geleng aja deh kalo ketemu sama manusia yang jenisnya kaya gitu.
Kaya nya si mereka ga akan pernah sadar tentang itu, jadi apa boleh buat, kita aja yang harus nanggepin angguk angguk sama geleng geleng aja. So selama kita ga ngurusin hidup mereka, jadi mereka juga seharusnya ga berhak dong ngurusin hidup kita, kan kita udah punya kehidupan masing masing, kenapa masih harus ngeribetin diri buat ngurusin hidup orang lain.


Lain ceritanya kalo orang itu emang suka cari masalah atau cari cari perhatian dengan cara ngurusin masalah orang lain, masalah yang sama pula dengan masalah mereka dan ternyata mereka ga bisa atasi masalah itu. 


Catatan pendek untuk bocah perempuan yang baru 17 tahun, camkan ya adek ku yang sedang.. emm?... katanya si belajar dewasa. buka mata lo lebih lebar, buka telinga lo lebih lebar lagi, liat dan dengerin semua yang ada di sekitar lo. Dan itu buat pelajaran. Jangan asal nasehati orang yang lebih tua dari lo tapi ternyata lo aja masih ada di jalan yang sama dan malah lebih mengenaskan. Belajar bersyukur dan belajar jangan mencampuri urusan orang lain. Urusan orang lain itu bukan es campur yang bisa dicampurin seenak jidat 

Kamis, 11 Juni 2015

PAYUNG TEDUH




Terang masih saja milik malam, bahkan malam yang terlalu terang, sanggup menjadi terik.
Dan matahari masih sedih, bersandar dibelakang, mungkin ia belum lelah menanti kedatangan cinta.
Atau ia sudah bosan menanti kedatangan apapun? atau teriknya  sudah tidak membangunkan kita lagi? bukankah kita sudah berjanji semua sudah selesai, ketika ada kita?

Dan matahari masih sedih, bersandar dibelakang, Mungkin ia belum lelah menanti kedatangan cinta. Atau ia sudah bosan menanti apapun? Atau teriknya sudah tidak membangunkan kita lagi? Bukankah kita sudah berjanji semua sudah selesai ketika ada kita?
Tak terasa gelap pun jatuh, diujung malam menuju pagi yang dingin. Hanya ada sedikit bintang  malam ini mugkin karna kau sedang cantik cantiknya??

Lalu mataku merasa malu, semakin dalam ia melukain ini. Kadang juga ia takut, tak kala harus berpapasan ditengah pelariannya. Dimalam hari menuju pagi, sedikit cemas banyak rindunya.
Harum mewangi taman menusuk hingga ke dalam sukma, dan menjadi tumpuan, rindu, cinta bersama. Di sore itu menuju senja

Bersama, hatinya berduka. Menusuk pilu mengaya luka itu di antara luka senyum dan menapaki jejak kenangan di sore yang gelap di tutupi awan, bersama sedangku punya cerita yang kian merambah di dinding penantian ada yang mati saat itu dalam terang bulan yang tak terobati.
Baru saja ku beranjak beberapa saat sebelum itu, ada yang mati menunggu sore, menuju senja bersama.
Harum mewangi taman menusuk hingga ke dalam sukma. Dan menjadi tumpuan, rindu, cinta bersama. Disore itu menuju senja

Ada yang tak sempat tergambarkan, oleh kata ketika kita berdua. Hanya aku yang bisa bertanya, mungkinkah kau tau jawabnya? Malam jadi saksinya kita berdua di antara kata yang tak terucap, berharap waktu membawa keberanian untuk datang membawa jawaban.
Malam jadi saksinya kita berdua diantara kata yang tak terucap, berharap
Mungkinkah kita ada kesempatan, ucapkan janji, takkan berpisah selamanya?? Waktu membawa keberanian untuk datang membawa jawaban??

Tak ada sore dan udara menjadi segar, taka da gelap lalu mata enggan menatap. Tak ada bintang mati butiran pasir terbang kelangit, taka da fajar, hanya remang malam semua tlah hilang terserap matahari.
Harum mawar membunuh bulan rahasia tetap diam tak terucap, untuk itu semua aku mencarimu. Berikan tanganmu jabat jemariku, yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu berikan suaramu balas kemua bisikanku memanggil namamu!

Atau kau ingin aku, berteriak sekencang kencangnya, agar seluruh ruangan ini bergetar oleh suaraku?
Ini rahasiaku, tak ada gelap sejak jauh darimu, tak ada terang yang seterang senyummu, tak ada lagi bintang di mataku ketika bayanganmu menjauh membentang, kau buat  rindu diharapku melayang layang, kamu pernah menjadi senja menenggelamkan semua, kini yang tersisa hanya aroma tawar. Yang tersisa hanya harum aroma tawar, lalu aku mencari  suaramu, ku obrak abrik namamu,aku mencari wujudmu, aku mencarimu, terus mencarimu, dan terus mencarimu. 

Aku ingin berjalan bersamamu dalam ujan dan malam gelap. Tapi aku tak bisa melihat matamu. Aku ingin berdua denganmu diantara daun gugur, aku ingin berdua denganmu, tapi aku hanya  melihat keresahanmu.
Aku menunggu dengan sabar, di atas sini, melayang layang. Tergoyang angin menantikan tubuh itu. Aku ingin berdua denganmu diantara daun gugur, aku ingin berdua denganmu, tapi aku hanya melihat keresahanmu.





Pertahankan? Dipertahankan?

 

                Kata kata yang memiliki kata dasar yang sama “tahan”, tapi arti mereka berdeda ketika di beri imbuhan.  Pertahankan atau dipertahankan? Entahlah.

 

Namun bila dua orang yang awalnya mengikat janji dan memutuskan berjalan bersama sama ditengah jalan salah satu dari mereka berubah pikiran dan memutuskan untuk berjalan sendiri, apa lagi yang harus dipertahankan?? 

 

Malam pun masih terlalu terang. bahkan bisa menjadi terik. Dia terluka, hatinya terluka. Terbentur dinding.

Matahari masih saja sedih, bersandar di balik awan. Dia tetap terluka, lukanya dalam sedalam samudra.

Samudra yang menganga meninggalkan lubang yang dalam.

Malam sunyi dia selalu memimpikan sang pujaan hati, namun entah bagaimana sang pujaan hati?? Dia berusaha memberikan yang terbaik bagi sang pujaan hati. Namun mengapa dia tetap tidak bisa sentuh hati sang pujaan hati??

 

Tak bisakan sedikit dan sebentar saja sang pujaan hati menoleh dan melihat dia? Tak sadarkah sang pujaan hati sedang dicintai dia sebegitunya?

Mereka tak semestinya berpijak diantara lagu yang tak bernada. Mungkin mereka tidak siap. Mereka pernah mencoba berjuang, berjuang terlepas dari kehampaan.  Kehampaan hati,  mereka adalah sisa sisa keikhlasan yang tak diikhlaskan. Tertiup tak terarah oleh angina malam. Dan mereka berharap akan dipertemukan di pertemuan yang abadi.

 

Sang dia pun mulai berfikir. Ternyata sang pujaan hati tak pantas untuk dipertahankan, taka ada lagi yang bisa dipertahankan. Musnah, hancur lebur harapan yang terlanjur dia percaya.

Dan sang dia pun masih saja tetap terluka, terluka hatinya, hatinya yang terlanjur diberikan kepada sang pujaan hati.