Kata
kata yang memiliki kata dasar yang sama “tahan”, tapi arti mereka berdeda
ketika di beri imbuhan. Pertahankan atau
dipertahankan? Entahlah.
Namun bila dua orang yang awalnya mengikat janji dan
memutuskan berjalan bersama sama ditengah jalan salah satu dari mereka berubah
pikiran dan memutuskan untuk berjalan sendiri, apa lagi yang harus
dipertahankan??
Malam pun masih terlalu terang. bahkan bisa menjadi terik.
Dia terluka, hatinya terluka. Terbentur dinding.
Matahari masih saja sedih, bersandar di balik awan. Dia
tetap terluka, lukanya dalam sedalam samudra.
Samudra yang menganga meninggalkan lubang yang dalam.
Malam sunyi dia selalu memimpikan sang pujaan hati, namun
entah bagaimana sang pujaan hati?? Dia berusaha memberikan yang terbaik bagi
sang pujaan hati. Namun mengapa dia tetap tidak bisa sentuh hati sang pujaan
hati??
Tak bisakan sedikit dan sebentar saja sang pujaan hati
menoleh dan melihat dia? Tak sadarkah sang pujaan hati sedang dicintai dia
sebegitunya?
Mereka tak semestinya berpijak diantara lagu yang tak
bernada. Mungkin mereka tidak siap. Mereka pernah mencoba berjuang, berjuang
terlepas dari kehampaan. Kehampaan hati,
mereka adalah sisa sisa keikhlasan yang
tak diikhlaskan. Tertiup tak terarah oleh angina malam. Dan mereka berharap
akan dipertemukan di pertemuan yang abadi.
Sang dia pun mulai berfikir. Ternyata sang pujaan hati tak
pantas untuk dipertahankan, taka ada lagi yang bisa dipertahankan. Musnah,
hancur lebur harapan yang terlanjur dia percaya.
Dan sang dia pun masih saja tetap terluka, terluka hatinya,
hatinya yang terlanjur diberikan kepada sang pujaan hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar