14 April 2016
hallo, udah lama ga nulis di sini. gue mau sharing ni tentang hebatnya efeksamping dari Bersyukur / berterima kasih kepada Tuhan di kehidupan sehari hari gue. Gue fikir dengan menulis bisa mengurangi rasa unik yang ada di hati gue. ( sama dengan Curhat ) hahaha.
Guys, gue lagi merasakan rasa yang unik, gue menyebutnya "rasa yang unik". kenapa? ya karna menurut gue semua rasa yang ada di hati itu adalah rasa yang unik, seperti rasa senang, sedih, kecewa, bahagia, marah sekalipun itu menurut gue rasa yang unik.Tuhan menciptakan rasa rasa itu buat saling melengkapi, seperti positif - negatif, bagus - jelek, kuat - lemah, aku - kamu, dan lain lain.
Semua yang Tuhan ciptakan itu indah, begitu juga hal hal negatif pun bisa telihat dan terasa indah, tergantung tanggapan apa yang kita berikan pada "hal hal" tersebut. kalau kita selalu merasa Bersyukur atas apa yang kita rasakan maka semua hal akan terasa dan terlihat lebih indah, lebih damai.
Nah, gue mau berbagi sama kalian tentang indahnya bersyukur dari kajadian kejadian yang gue alami dikeseharian gue seperti apa yang gue bilang diatas tadi , bukan bermaksud menjadi orang yang sok suci atau sok bijaksana gue masih jauh dari kata kata itu hahaha. ini just sharing kok :)
dimulia dari yang paling dasar, dirumah. Ya, gue disini bukan tinggal sama orang tua. gue tinggal bareng tante dan om gue. mereka udah nikah ya kira kira 15 tahun tapi belum dikaruniai anak. akhirnya gue numpang tinggal disini selama gue sekolah, gue kerja,dan akan kulih sebentar lagi. selama gue tinggal dirumah tante gue, banyak banget perubahan yang gue alami, dari kebiasaan gue, kebebasan gue bermain, dari hal yang paling simpel seperti makan pun berubah. kalo dirumah gue bisa main sesuka gue, main sama siapa aja, temen temen gue banyak, kebiasaan gue bangun siang di hari libur. dan bla bal bla. Dulu sewaktu SMP gue termasuk siswi yang aktif, hampir semua kegiatan sekolah gue ikuti, kepramukaan, OSIS, basket, PMR ( palang merah remaja ), vocal grup, tari, sampai dance modern pun gue ikuti. dan ga jarang gue dikirim buat lomba lomba yang mewakili sekolah dibidang non akademik ( bukannya sombong nii ya hehehe). hampir 5 tahun gue tinggal bareng tante gue, awalnya gue stress, gue nangis tiap malem, ngadu ke bokap kalo gue ga kuat, dan gue minta ngekos aja tapi ga dikasih ijin sama bokap gue karna dia merasa khawatir anak ceweknya ngekos di jakarta tanpa pengawasan. ya kita tau pergaulan dijakarta itu super duper luar biasa hahaha. selama gue tinggal sama tante, gue merasa terkekang, kebebasan gue bermain ilang entah kemana, untuk mengikuti kegiatan sekolah ( selama SMK ) susah. gue dilarang ikut kegiatan kegiatan sekolah. gue bingung kenapa gue ga bolah ikut kegiatan sekolah, gue tanya dan alasannya menurut gue aneh banget. contoh, gue pengen ikut kegiatan mading disekolah tapi gaboleh dengan alasan buang buang waktu. gue disuruh belajar terus terusan, jadi maksdunya waktu buat kegiatan mading gue bisa dipakai buat belajar aja dirumah. loh kok?? mulai dari situ gue merasa kebebasan gue terkekang. menurut gue balajar itu ga terus terusan duduk menghadap ke buku pelajaran dan dirumah, belajar itu bisa dimana aja dan apa aja. tapi mungkin menurut tante gue definisi belajar itu beda. Disekolah nilai nilai pelajaran gue ga jelek kok,ga pas pasan juga, gue termasuk di ranking 10 besar kok. untuk bermain keluar rumah ( kerumah teman sekolah) juga susah, ijinnya harus lengkap, seperti main dirumah siapa, sama siapa aja, harus pulang jam segini, bla bla bla. gue ngerti mungkin dia khawatir . tapi itu yang membuat gue lama lama males buat ijin ijin keluar. gue sedih.
dan akhirnya karna gue anak yang ( lumayan ) nurut sama bokap, gue bertahan tinggal bareng tante gue.dan juga karna gue tau diri gue berusaha nurut ke tante gue.
karena hal hal itu jadi membentuk kebiasaan baru buat gue, dan mambentuk karakter baru buat gue. ada beberapa hal positif yang gue rasakan tapi ada juga beberapa hal hal negatifnya. positifnya, gue jadi lebih disiplin, negatifnya gue jadi anak yang kurang terbuka, menurut gue si begitu. ga tau kenapa gue ga mau cerita banyak hal lagi ke tante gue karna suatu hal yang pernah gue alami karna tante gue. gue ga merasa nyaman. Dari semua kejadian itu gue bisa belajar lebih banyak, apa itu sabar, apa itu disiplin, apa itu kesepian, apa itu rindu, kecewa, terkekang, tau diri, apa itu ga punya teman, apa itu kebebasan, masih banyak lagi. terutama apa itu Bersyukur.
Gue pernah baca buku Happiness Inside nya Gobind vashdev, didalam salah satu bab dibukunya dia bilang, "mereka yang sabar dan tidak sabar hanya dibedakan oleh satu hal, yaitu program atau kata-kata yang tertanam dalam otak". dari kalimat ini yang gue tangkap adalah bukan hanya untuk kesabaran, namun untuk semua hal. tergantung kata-kata / program yang ada di dalam otak kita. contohnya untuk kejadian yang gue alami kalau gue selalu berfikir negatif dan ga bersyukur maka gue akan terus terusan merasa terkekang, ga bebas, sedih, masih banyak lagi.dan itu buat hati gue capek sendiri, terus berpengaruh ke raga gue juga.
jadi untuk mengatasinya gue ubah kata-kata / program di dalam otak gue, bagaimana gue harus menanggapi masalah yang gue hadapi.
ambil aja nilai positif dari semua ketidakbebasan gue ini, maksud dari kebebasan disini adalah bebas dan bertanggungjawab (tau batas), bukan bebas dan tidak terbatas.
untuk berkata kata seperti ini memang mudah ya guys daripada mempraktekannya, namun apa salahnya kita memulai untuk mengubah program yang tertaman diotak kita untuk menanggapi dengan positif semua masalah yang kita alami.dan yang paling penting adalah Bersyukur untuk apapun yang diberi oleh Tuhan. maka dengan bersyukur akan mempermudah kita untuk mengganti program dalam otak agar lebih bisa berfikir positif untuk semua masalah kita.
keep positif thinking guys :)
tertanda
pemilik "tosca room"