Kadang gue heran deh sama manusia manusia jenis itu, mereka ga pernah sadar akan kekurangannya. Mereka merasa selalu sempurna. Mereka bisa menasehati orang lain dengan kata kata yang bijak, tapi mereka aja ga bisa mengatasi masalah yang sama. Pantes kah mereka menasehati mereka yang lain kalo mereka sendiri tidak mampu mengatasi masalah yang sama di kehidupan mereka?
Kocak si kata gue, itu ga konsisten. Hidup mereka ga konsisten. Menurut gue si mereka itu munafik. Mereka dengan semangat 45, mati matian menasehati orang dengan kata kata bijak sedangkan dengan kehidupan mereka sendiri?? Bagaimana?
Patut di pertanyakan ga si? Mereka aja ga bisa mengatasi masalah yang sama di kehidupan mereka, tapi mereka menasehati kita. apa kita, kami, mereka, apa gue harus percaya dan menyetujui nasehat mereka?
Gue rasa si ga pas ya. Seharusnya mereka mampu dulu untuk mengatasi masalah yang sama, nah baru bisa menasehati orang lain. Kalo mereka nasehatiin orang lain tapi mereka sendiri aja belom bener, lah gimana itu?? Makin tersesat dong?? Sama aja kaya orang tuli menuntun orang buta.
Apa ga malah keliatan munafik banget??
Ya cukup angguk angguk sama geleng geleng aja deh kalo ketemu sama manusia yang jenisnya kaya gitu.
Kaya nya si mereka ga akan pernah sadar tentang itu, jadi apa boleh buat, kita aja yang harus nanggepin angguk angguk sama geleng geleng aja. So selama kita ga ngurusin hidup mereka, jadi mereka juga seharusnya ga berhak dong ngurusin hidup kita, kan kita udah punya kehidupan masing masing, kenapa masih harus ngeribetin diri buat ngurusin hidup orang lain.
Lain ceritanya kalo orang itu emang suka cari masalah atau cari cari perhatian dengan cara ngurusin masalah orang lain, masalah yang sama pula dengan masalah mereka dan ternyata mereka ga bisa atasi masalah itu.
Catatan pendek untuk bocah perempuan yang baru 17 tahun, camkan ya adek ku yang sedang.. emm?... katanya si belajar dewasa. buka mata lo lebih lebar, buka telinga lo lebih lebar lagi, liat dan dengerin semua yang ada di sekitar lo. Dan itu buat pelajaran. Jangan asal nasehati orang yang lebih tua dari lo tapi ternyata lo aja masih ada di jalan yang sama dan malah lebih mengenaskan. Belajar bersyukur dan belajar jangan mencampuri urusan orang lain. Urusan orang lain itu bukan es campur yang bisa dicampurin seenak jidat