Semua orang pasti pernah merasakan rasa menyesal. Entah itu hanya
menyesal untuk sementara waktu atau menyesal untuk selamanya...
Seperti biasa, kau
menunggu ku di depan pintu gerbang sekolah, dengan sabar kau menunggu ku di
sana. Berulang kali kau melihat ke arah jam, lalu ke sekolah bagian dalam.
" Lama ", kau mengumpat dalam hati. namun entah kenapa kau masih
sabar menunggu ku di depan pintu gerbang. Sudah lama kau menunggu, aku pun
datang. senyum yang lebar sudah mengembang di bibir mu setelah melihat sosok ku
yang datang dari dalam gedung sekolah."Lama?" kata mu, manum aku
hanya menjawabnya singkat. " ya ". " kok ya ? " kau mulai
heran. aku tetap menjawab singkat " ga papa". akhirnya kau memilih
diam dan mengajak ku pulang.
Tidak hanya menunggu, entah kenapa kau begitu sabar menghadapi
sikap ku ini. atau karna memang itu sifat mu? entah lah. Sering kali, aku
bersikap acuh tak acuh terhadap mu, manun kau teap sabar dengan keadaan ini.
egoku yang terlalu besar. rasa sombong ku yang terlalu mengebu-gebu tidak
membuat mu pantang menyerah dan pergi meninggalkan ku, kau masih tetpa sabar
dan terus sabar menghadapi sikap ku ini.
suatu hari kau mengajak ku
ke taman untuk duduk sambil menghirup udara segar. aku menolak dengan seribu
alasan, tapi kau memohon dengan sedikit memaksa agar aku mengikuti mau mu. dan
akhirnya aku kalah, ku ikuti mau mu. Di taman yang tidak terlalu ramai itu
kau mengajakku duduk di salah satu bangku. Tepatnya di bawah pohon yang besar
dan rindang. Ku hirup udara sejuk di
taman itu sambil makan es krim yang kau beri, cukup lamakita duduk di bangku
itu, sampai akhirnya kau menggenggam tangan ku dan berkata, “ aku lelah “. “
Lelah ? ” wajahku menunjukan ekspresi heran. Kau tetpa dengan eskpresi wajahmu
yang redup. “ ya, aku lelah. Lelah dengan semua ini “ lanjut mu. Aku masih dengan ekspresi heranku. “ maksudmu
? “, kau melepaskan genggaman mu dan menghela nafas. “ Aku lelah dengan sikapmu
yang terlalu cuek dang a mau tau itu “. Aku mengerutkan dahi. “ Lantas, kenapa
kau bertahan sampai sejauh in? “, kau menjawab dengan nada tinggi “ Karna aku
saying kamu!! “. Aku terdiam sejenak, dan bertanya lagi “ dan sekarang? “. “aku
lelah “ aku menghela nafas lagi. Hening… sekarang keadaan menjadi hening,
sampai kau memecahkan keheningan itu dengan suaramu. “ sebaiknya kita akhiri
saja hubungna ini, aku rasa kau bahagia dengan keputusan ini “. Aku masih
terdiam, tidak merespon, malah melamun. “ ve? “ kau memanggilku. “ hmm? ”.
hening… keadaan kembali hening.
Dan aku pun bangkit dari tempat duduk. “ kalau
memang itu yang terbaik dan itu yang kau mau, ya.. kita akhiri hubungan ini,
kita putus “. Aku pergi meninggalkan mu begitu saja dan kau hanya terdiam di
tempat duduk. Aku menyusuri jalan setapak di taman itu dengan melamun. Banyak pertanyaan
di kepalaku. Kenapa begini? Kenapa dengan ku? Kenapa aku begitu tega?. Aku
terus berjalan menuju rumah. Di tengah perjalanan pulang, hujan pun turun.
Entah kenapa aku tak memperdulikan air hujan yang turun membasahi seluruh tubuh
ku. Aku tetap berjalan menuju rumah.
Seminggu…, sebulan…, sudah
terasa hal yang begitu berbeda. Sekarang tidak ada lagi sesosok yang setia
berdiri menunggu ku di depan pintu gerbang. Sekarang tidak ada lagi sesosok
yang mengajak ku pergi ke taman atau pun mengucapkan selamat pagi kepada ku.
Kenapa? Rasa sesal ini begitu dalam? :”(
Terlalu bodoh untuk aku
sadari. Bahwa seharusnya dulu aku tidak menyia-nyiakan mu. seharusnya kuberikan
seluruh waktuku saat ada kesempatan. Menerima semua ajakanmu dengan senang
hati.dan karna kesombonganku, karna keegoisanku membuat lelaki sekuat dirimu
pergi meninggalkanku. Kini aku tak bisa berbuat apa-apa dan aku tak bisa
membereskan kekacauan ini.
Meski sakit rasanya, aku
yang pertama akui bahwa aku salah. Aku tau semua ini sudah terlambat. Aku
mencoba untuk meminta maaf. Aku tau tak kungkin mudah bagimu. Namun aku hanya
ingin kau tau saja.
Sekarang ku lihat kau telah
bersamanya. Ku lihat kau bahagia bersamanya. Dia adalah wanita beruntung.
Kuharap dia tak melakukan hal bodoh yang pernah ku lakukan dulu. Menyia-nyiakan
orang yang begitu sayang kepadaku. Ku harap dia dapat memberikan perhatian yang
selayaknya kau dapatkan. :’) memberikan waktunya saat dia punya kesempatan. Ku
harap dia menerima ajakanmu kemana saja dengan senang hati.
Kuharap dia melakukan hal
yang seharusnya dulu kulakukan.
Disaat aku masih menjadi
kekasihmu.
Ya.. saat aku masih menjadi
kekasihmu…
Bruno mars ~ When I
Was Your Man