Kamis, 30 Mei 2013
Selasa, 28 Mei 2013
Haruskah Kita Seperti Ini?
Aku masih bertanya-tanya, masih banyak pertanyaan di benakku, kenapa harus begini? adakan jalan keluar? mengapa kita harus terjebak di lingkaran yang tak ada ujungnya? semua pertanyaan itu muncul begitu saja di benak ini.
Apa mungkin aku yang terlalu berlebihan? ketakutan yang aku rasakan terlalu berlebihan? entahlah. kau masih tetap erat menggenggam tangan ku, seakan tak mau kehilanganku. tatapan matamu benar-benar dalam. tolong! jangan kau buat aku jatuh semakin dalam lagi, sudah begitu banyak hal-hal manis yang kita lewati. apakah semua ini harus berakir?
semakin lama semakin erat genggaman tanganmu. apa kau tak tau, betapa sesak yang kurasa. betapa berat hati untuk melepasmu pergi. takdir yang sudah ada tak mungkin kita ubah.
tolong! jangan membuat perasaan ini semakin melekat di dirimu. bantulah aku agar dapat rela untuk melepasmu pergi. haruskah kita seperti ini? haruskah berakhir karena terpaksa, haruskah berakhir karena perbedaan?!.
Bolehkah aku anggap ini tidak adil?? tuhan memperrtemukan kita, tapi mengapa kita berbeda? apakah perbedaan ini bisa di benggakan? Tolonglah! jangan biarkan kita jatuh terlalu jauh didalam dosa yang terindah ini.
Haruskah Kita Seperti Ini??
Haruskah Di Persimpangan Jalan Kita Berpisah??
Sudah berapa lama kita jalin hubungan ini? entahlah, aku tak sempat memikirkannya, setiap kali aku memikirkannya kepalaku terasa begitu sakit,dadaku sesak seperti tidak ada udara yang melintas di paru-paru.
Kita menjalin hubungan yang kufikir tidak akan ada ujungnya. seolah-olah kita masuk di dalam lingkaran yang memang tak ada ujungnya dan kita terjebak di dalamnya. itu mengenaskan.
ku pandangi kau dalam-dalam, memang tak ada keraguan di dalam matumu, kau nampak serius menjalani semua ini.tapi apa kau sadar? ada tembok yang begitu tinggi menghalangi kita.menghalangi cinta kita.menghalangi mimpi-mimpi indah kita tentang masa depan?!.
Kita memang beda jalan.kau dan aku tau itu.tapi cinta kita satu arah. satu haluan dan satu tujuan. ini kah resiko yang harus kita tanggung? aku masih bingung dengan pertanyaan ini. Tuhan memang arsitek yang mahir. Ia satu-satunya arsitek yang baik. semua yang Ia gariskan kita jalani dengan baik. Tapi mengapa kita harus berbeda?
Cepat atau lambat persimpangan jalan itu semakin terlihat jelas. ketika waktu mendesak dan memaksa kita untuk cepat mengambil jalan di persimpangan jalan itu. rasa ketakutan yang ada di dalam hati semakin membabibuta, dan apakah rasa ketakutanku ini adalah ketakutanmu juga?
aku selalu mempermasalahkan perbrdaan kita ini. tapi kau selalu dengan cepat menangkis semua ucapanku tentang perbedaan kita. "kita jalani dulu aja yang ada" kau selalu berkata seperti itu. tidak taukah kamu? semakin lama rasa sayangku semakin besar dan rasa ketakutanku semakin meraja di hati dan akhirnya aku sulit untuk merelakan mu pergi. walaupun kenyataannya aku harus melepaskan dan merelakan kamu pergi.
Aku tak bisa bayangkan bagaimana nanti bila tidak ada lagi sesosok orang yang selalu tersenyum di sempigku. sekarang aku terdiam sendiri disini.dan berfikir. terus berfikir keras.
Haruskah Di Persimpangan jalan Kita Berpisah??
Langganan:
Postingan (Atom)