Jumat, 05 Juli 2013

Penyesalan~


Semua orang pasti pernah merasakan rasa menyesal. Entah itu hanya menyesal untuk sementara waktu atau menyesal untuk selamanya...

  Seperti biasa, kau menunggu ku di depan pintu gerbang sekolah, dengan sabar kau menunggu ku di sana. Berulang kali kau melihat ke arah jam, lalu ke sekolah bagian dalam. " Lama ", kau mengumpat dalam hati. namun entah kenapa kau masih sabar menunggu ku di depan pintu gerbang. Sudah lama kau menunggu, aku pun datang. senyum yang lebar sudah mengembang di bibir mu setelah melihat sosok ku yang datang dari dalam gedung sekolah."Lama?" kata mu, manum aku hanya menjawabnya singkat. " ya ". " kok ya ? " kau mulai heran. aku tetap menjawab singkat " ga papa". akhirnya kau memilih diam dan mengajak ku pulang.

Tidak hanya menunggu, entah kenapa kau begitu sabar menghadapi sikap ku ini. atau karna memang itu sifat mu? entah lah. Sering kali, aku bersikap acuh tak acuh terhadap mu, manun kau teap sabar dengan keadaan ini. egoku yang terlalu besar. rasa sombong ku yang terlalu mengebu-gebu tidak membuat mu pantang menyerah dan pergi meninggalkan ku, kau masih tetpa sabar dan terus sabar menghadapi sikap ku ini.


suatu hari kau mengajak ku ke taman untuk duduk sambil menghirup udara segar. aku menolak dengan seribu alasan, tapi kau memohon dengan sedikit memaksa agar aku mengikuti mau mu. dan akhirnya aku kalah, ku ikuti mau mu. Di taman yang tidak terlalu ramai itu kau mengajakku duduk di salah satu bangku. Tepatnya di bawah pohon yang besar dan rindang.  Ku hirup udara sejuk di taman itu sambil makan es krim yang kau beri, cukup lamakita duduk di bangku itu, sampai akhirnya kau menggenggam tangan ku dan berkata, “ aku lelah “. “ Lelah ? ” wajahku menunjukan ekspresi heran. Kau tetpa dengan eskpresi wajahmu yang redup. “ ya, aku lelah. Lelah dengan semua ini “ lanjut mu.  Aku masih dengan ekspresi heranku. “ maksudmu ? “, kau melepaskan genggaman mu dan menghela nafas. “ Aku lelah dengan sikapmu yang terlalu cuek dang a mau tau itu “. Aku mengerutkan dahi. “ Lantas, kenapa kau bertahan sampai sejauh in? “, kau menjawab dengan nada tinggi “ Karna aku saying kamu!! “. Aku terdiam sejenak, dan bertanya lagi “ dan sekarang? “. “aku lelah “ aku menghela nafas lagi. Hening… sekarang keadaan menjadi hening, sampai kau memecahkan keheningan itu dengan suaramu. “ sebaiknya kita akhiri saja hubungna ini, aku rasa kau bahagia dengan keputusan ini “. Aku masih terdiam, tidak merespon, malah melamun. “ ve? “ kau memanggilku. “ hmm? ”. hening… keadaan kembali hening.

 Dan aku pun bangkit dari tempat duduk. “ kalau memang itu yang terbaik dan itu yang kau mau, ya.. kita akhiri hubungan ini, kita putus “. Aku pergi meninggalkan mu begitu saja dan kau hanya terdiam di tempat duduk. Aku menyusuri jalan setapak di taman itu dengan melamun. Banyak pertanyaan di kepalaku. Kenapa begini? Kenapa dengan ku? Kenapa aku begitu tega?. Aku terus berjalan menuju rumah. Di tengah perjalanan pulang, hujan pun turun. Entah kenapa aku tak memperdulikan air hujan yang turun membasahi seluruh tubuh ku. Aku tetap berjalan menuju rumah.


Seminggu…, sebulan…, sudah terasa hal yang begitu berbeda. Sekarang tidak ada lagi sesosok yang setia berdiri menunggu ku di depan pintu gerbang. Sekarang tidak ada lagi sesosok yang mengajak ku pergi ke taman atau pun mengucapkan selamat pagi kepada ku. Kenapa? Rasa sesal ini begitu dalam? :”(


Terlalu bodoh untuk aku sadari. Bahwa seharusnya dulu aku tidak menyia-nyiakan mu. seharusnya kuberikan seluruh waktuku saat ada kesempatan. Menerima semua ajakanmu dengan senang hati.dan karna kesombonganku, karna keegoisanku membuat lelaki sekuat dirimu pergi meninggalkanku. Kini aku tak bisa berbuat apa-apa dan aku tak bisa membereskan kekacauan ini.
Meski sakit rasanya, aku yang pertama akui bahwa aku salah. Aku tau semua ini sudah terlambat. Aku mencoba untuk meminta maaf. Aku tau tak kungkin mudah bagimu. Namun aku hanya ingin kau tau saja.


Sekarang ku lihat kau telah bersamanya. Ku lihat kau bahagia bersamanya. Dia adalah wanita beruntung. Kuharap dia tak melakukan hal bodoh yang pernah ku lakukan dulu. Menyia-nyiakan orang yang begitu sayang kepadaku. Ku harap dia dapat memberikan perhatian yang selayaknya kau dapatkan. :’) memberikan waktunya saat dia punya kesempatan. Ku harap dia menerima ajakanmu kemana saja dengan senang hati.


Kuharap dia melakukan hal yang seharusnya dulu kulakukan.
Disaat aku masih menjadi kekasihmu.
Ya.. saat aku masih menjadi kekasihmu…

        Bruno mars ~ When I Was Your Man